Bangunan Tahan Gempa? Yuk, Kenali Cirinya

Indonesia merupakan negara memiliki luas yang terbentang cukup luas dari sabang hingga merauke. Indonesia juga terdiri dari kepulauan, itu sebabnya tidak heran banyak pulau-pulau kecil yang merupakan bagian dari Indonesia.

Indonesia salah satu negara dengan intensitas gempa cukup tinggi. Ditambah lagi dengan banyaknya gunung api aktif yang ada.

Hal itu membuat Indonesia rentan terjadi gempa. Itu sebabnya membuat banyak arsitektur nusantara yang sudah tidak asing lagi dengan bangunan rumah yang tahan terhadap guncangan gempa.

Sejak dulu para leluhur juga sudah menerapkan struktur bangunan rumah yang tahan terhadap guncangan gempa. Kini, bangunan modern pun mulai banyak yang mempertimbangkan konsep bangunan tahan guncangan gempa ini. 

Adapun ciri-ciri dari bangunan yang tahan terhadap guncangan gempa dapat kamu lihat, yakni:

Kondisi Tanah

(Sumber: Pixabay.com)

Kondisi tanah tempat kamu ingin membangun rumah harus benar-benar diperhatikan. Karena tanah merupakan bagian terpenting untuk mendukung konstruksi bangunan secara keseluruhan. 

Hal yang harus kamu perhatikan dari kondisi tanah yaitu kepadatan dari tanah. Apakah tanah tersebut berpori dan berpasir? Itu artinya apakah tanah tersebut akan kuat apabila adanya getaran yang disebabkan oleh gempa. Jika kondisi tanah baik, maka saat terjadi guncangan maka permukaan tidak akan berubah secara ekstrem yang akan mengakibatkan kerusakan parah pada struktur bangunan.

Baca Juga : Minim Biaya, Ini 5 Alternatif Material Untuk Membangun Rumah

Struktur Pondasi

(Sumber: Pixabay.com)

Hal terpenting setelah melihat kondisi tanah yaitu struktur pondasi dari bangunan yang akan dibangun. Kondisi tanah yang padat akan membuat pondasi dalam berdiri dengan baik, karena pondasi akan memiliki kedalaman minimum 60 – 75 sentimeter.

Sedangkan bangunan yang dirancang tahan akan guncangan gempa setidaknya harus dilengkapi dengan angkur. Jarak ideal antara angkur dan sloof adalah 1 meter.

Denah Rumah dan Struktur Bangunan

(Sumber: Pixabay.com)

Selanjutnya adalah denah rumah dan struktur bangunan. Jika struktur bangunan dibuat terlalu kaku, maka sebelum gempa akan cenderung retak dan pecah. Namun, jika terlalu fleksibel, ditakutkan akan merobohkan satu sama lainnya.

Untuk itu, diperlukan keseimbangan yang tepat dalam membuat struktur dari bangunan sebelum dibangun. Baik dari fleksi, kompresi dan daya tarik yang diserap.

Material Bangunan

(Sumber: Pixabay.com)

Pastikan material bangunan sudah sesuai dengan bangunan yang tahan gempa. Perhatikan komponen material yang digunakan, beton dan komposisi pasir, air serta semen yang takarannya harus pas untuk mengurangi risiko terjadinya retakan.

Dengan komposisi material yang tepat, maka bangunan akan kuat dan rentan retak atau bahkan roboh saat terjadi guncangan akibat gempa.

Baca juga : Standar Keselamatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan, Apa Saja?

Tinggi Bangunan

(Sumber: Pixabay.com)

Tinggi dari bangunan akan mempengaruhi beban yang harus ditahan oleh tanah dan pondasi. Namun, itu tidak menjadi penghalang bagi konstruksi bangunan untuk membangun bangunan. Jika perhitungan dari konstruksi sudah tepat maka semakin sedikit kerugian.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat ingin membangun rumah yang tahan akan guncangan gempa.

Kamu sedang membangun rumah? Membutuhkan material bangunan yang murah tapi berkualitas? BBP Indonesia punya solusinya.

BBP Indonesia menjual material bahan bangunan yang lengkap. Tidak hanya itu, perlengkapan rumah tangga, cat dan sabun juga tersedia di BBP Indonesia. Dengan banyak penawaran harga terbaik dan kualitas yang baik.

Baca Juga : 5 Jenis Genteng Rumah Yang Banyak Digunakan Orang

Kamu gak perlu repot keluar rumah untuk belanja keperluan rumah, kunjungi website BBP Indonesia kamu sudah mendapatkan semua yang kamu butuhkan loh!

Tunggu apa lagi nih? Yuk segera kunjungi dengan klik disini.

Bagikan postingan ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp