Standar Keselamatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan, Apa Saja?

Setiap perusahaan memiliki standar peraturan keselamatan untuk memastikan keselamatan para pekerja dan orang lain yang berpartisipasi dalam proyek kerja perusahaan. Hal ini tentunya telah disusun dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Dengan adanya K3 dalam sebuah konstruksi akan menjaga kesehatan dan keselamatan di lingkungan kerja.

Pentingnya melindungi keselamatan diri saat sedang bekerja adalah hal untuk meminimalkan terjadinya sesuatu yang berbahaya dalam lingkungan pekerjaan. Dalam prakteknya K3 mencakup pencegahan, pemberian sanksi dan kompensasi, serta perawatan luka dan perawatan bagi pekerja yang membutuhkan perawatan kesehatan maupun cuti sakit. 

Ada beberapa standar peralatan keselamatan kerja tergantung pada profesi apa yang dibidanginya. Contohnya untuk pekerja pabrik, pada umumnya menggunakan helm, sarung tangan, kacamata dan peralatan pendukung lainnya. Untuk pekerja kesehatan seperti dokter, pada umumnya menggunakan sarung tangan, masker dan sebagainya.

Ada beberapa klasifikasi bahaya dalam lingkungan kerja

Fisik dan Mekanis

Kecelakaan di industri sebagian besar berkaitan dengan fisik. Kecelakaan fisik memang tidak dapat kita hindari. Namun, dengan berkembangnya prosedur keamanan, resiko akan bahaya kecelakaan fisik akan dapat diminimalisir. 

Bahaya kecelakaan fisik banyak terjadi dalam sebuah konstruksi, contohnya: jatuh dalam konstruksi bangunan, terjerat dalam ruang pertambangan, kecelakaan karena mesin pabrik akibat adanya kesalahan mekanis. Bahkan pekerjaan industri yang memiliki lingkungan kerja bising akan dapat mengalami masalah pendengaran.  

Kimia dan Biologis

(Sumber: Freepik.com)

Kecelakaan akibat kimia dan biologis juga banyak terjadi dalam pekerjaan. Bahaya kecelakaan ini biasanya terjadi pada industri yang menggunakan bahan kimia dalam mengolah proyeknya. Adapun bahaya kecelakaan akibat kimia dapat dipicu oleh: basa, logam berat, pelarut seperti minyak bumi, partikulat seperti asbes dan silika, asap, bahan kimia reaktif, api dan bahan mudah terbakar. Dan bahaya kecelakaan biologis dapat dipicu seperti: bakteri, virus maupun jamur.

7 Standar peralatan keselamatan kerja di bidang konstruksi bangunan

(Sumber: Freepik.com)

Artikel ini akan memberikan beberapa standar peralatan keselamatan kerja di bidang konstruksi bangunan secara umum, yuk simak!

1. Sepatu Safety

Sepatu ini berfungsi sebagai pelindung kaki pekerja dari bahaya. Sepatu ini berguna untuk melindungi pekerja agar tidak tergelincir ketika bekerja di area yang berlumpur atau berlumut. Selain itu sepatu ini juga berfungsi untuk melindungi pekerja saat bersentuhan langsung dengan benda panas maupun cairan kimia, agar tidak terkena sengatan listrik, dan melindungi kaki dari benda tajam atau keras.

2. Sarung Tangan

Sarung tangan memiliki beberapa jenis dan fungsi yang tentunya berbeda. Fungsi utama sarung tangan adalah untuk melindungi tangan agar tidak terluka, terkena bahan kimia yang berisiko tinggi, maupun untuk melindungi tangan dari kontak langsung dari peralatan panas. Ada baiknya pilihkan sarung tangan disesuaikan dengan tempat bekerja.

3. Masker

Dalam pekerjaan kegunaan masker ini biasanya tidak terlalu digunakan. Namun, dalam pekerjaan dimana selalu terkena debu atau bahan beracun, penggunaan masker adalah keharusan. 

4. Kacamata Safety

Kacamata pelindung ini juga memiliki beberapa jenis dan fungsi yang berbeda. Fungsi utama kacamata pelindung sebagai pelindung mata agar mata terlindungi dari debu, percikan api atau bahan kimia lainnya.

5. Pelindung Wajah

Sama dengan kacamata, pelindung wajah ini berfungsi untuk melindungi wajah pekerja dari percikan api, benda tajam, atau benda asing lainnya.

6. Penyumbat Telinga (Ear Plug)

Dalam beberapa lingkungan kerja, penyumbat telinga sangat dibutuhkan. Karena untuk melindungi telinga dari kebisingan atau suara yang memekakan telinga. Telinga memiliki batas frekuensi oleh karena itu telinga membutuhkan penyumbat teling. Seperti saat bekerja di lapangan udara, telinga kita tidak akan bisa menahan kebisingan yang dihasilkan oleh mesin pesawat.

7. Helm Pengaman

Bagian tubuh yang sangat diprioritaskan untuk dilindungi adalah kepala. Karena di kepala terdapat otak yang memiliki fungsi vital. Karena itu pekerja harus mengenakan helm yang berguna untuk melindungi kepala dari benturan benda-benda tajam baik secara langsung maupun tidak langsung.

Itulah faktor terjadi kecelakaan kerja di industri. Karena itu, K3 dalam industri sangat penting dijalankan. Peralatan pendukung untuk menjalankan K3 juga harus disesuaikan dengan pekerjaan yang dijalankan. Demi keselamatan pekerja dan orang yang terlibat dalam proyek. Peralatan K3 bisa kamu dapatkan di www.bbpindonesia.com , selain menyediakan bahan bangunan BBP Indonesia juga menyediakan peralatan pelindung diri K3. Untuk melihat katalog lengkapnya kamu bisa klik disini.

Bagikan postingan ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp